Museum Manusia Purba Sangiran

Geografi Luar Biasa dan Biasa Di Luar more »

Memperingati Hari Bumi

Pelestarian Ekosistem, Pelepasan Seribu Bibit Ikan di Rowo Jombor, Jimbung. more »

Negeri Di Atas Awan ( Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo )

Masa Pengakraban dan Studi Lingkungan Mahasiswa Baru 2012 more »

Masa Pengakraban dan Studi Wisata 2013

Pantai Klayar-Pacitan, bentang alammu sungguh sangat mempesona. more »

Hari Bumi ( Earth Day ) 2014

Diposting oleh Unknown


Salam Geografi,
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Pelaksanaan Hari Bumi dengan tema "Save The Earth Because Every Day is Earth Day" yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi telah terlaksana dengan baik. Terima kasih juga kami ucapkan kepada :
1. Jajaran Rektorat Universitas Widya Dharma Klaten
2. Kaprogdi Pendidikan Geografi
3. Dinas Pekerjaan Umum Klaten
4. Persemaian Permanen Balai Pengelolaan DAS Solo
5. Kepada Desa Ngaran Mlese, Klaten
6. Delegasi Ormawa Universitas Widya Dharma Klaten
7. Panitia Pelaksanan Kegiatan
8. Keluarga Besar HMP Geografi Universitas Widya Dharma Klaten
9. Media Berita Suara Merdeka
10. Semua pihak yang telah membantu
Atas kerjasamanya dalam kegiatan ini sehingga bisa terlaksananya kegiatan ini dengan baik.

Serangkaian Hari Bumi 2014 adalah sebagai berikut :
1. Penilaian "Blue, Green & Clean" Zona Kampus
2. Penanaman di Area Kampus
3. Reboisasi Wilayah Kabupaten Klaten

Semoga kegiatan ini bisa menggugah dan menginspirasi masyarakat betapa pentingnya menjaga alam. Bumi semakin tua dan rentan dengan kerusakan, manusia tak mampu mencegah namun manusia hanya bisa memperlambat kondisi yang demikian.

Selamat Memperingati Hari Bumi, Mariki Kita Jaga Bumi Kita Tercinta.

Salam Geografi
"Geografi Luar Biasa dan Biasa Di Luar"

Gallery Hari Bumi

ESA ( English Study Association ) Pemenang Lomba Ruang Ormawa Terbersih.
Penyerahan Piagam Oleh Ketua Pelaksana (kanan) kepada Bupati ESA (kiri).


Penyerahan Bibit Tanaman Secara Simbolis Ketua Pelaksana (Zaida Candra) Hari Bumi 2014 (kiri)
Kepada Kepada Desa Ngaran Mlese Klaten (kanan).
Penanaman yang dilakukan Oleh Delegasi Ormawa Unwidha sebagai wujud partisipasi dan empati
dengan kegiatan Hari Bumi 2014.

more »

Hisapan Ombak Aneh Pantai Parangtritis Yogyakarta Dibuktikan Secara Ilmiah

Diposting oleh Unknown
 ombak besar pantai selatan larangan palung
Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.

Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.
Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.
Rip Current
“Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut,” demikian papar Nyoman, di Yogyakarta.
Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.

Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.
“Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan,” lanjutnya.
rip_current_warning

Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. “Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi,” ujar Djati.
Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong. Semoga info ini bermanfaat. (icc / created:05 Januari 2013 / publish: 05 August 2013)
sumber: wordpress.com
more »

MUI Keluarkan Fatwa Melawan Perdagangan Satwa Liar

Diposting oleh Unknown

Majelis Ulama Indonesia menyatakan perdagangan satwa liar harus dilarang. Inilah fatwa pertama di dunia mengenai hal ini.

 Hewan langka yang dijual di Pasar Burung dan Hewan Peliharaan Jatinegara, Jakarta. Foto: Mark Leong, National Geographic

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa, atau perintah, melawan
perdagangan satwa liar ilegal. Langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya di negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, yang menyatakan perburuan liar atau perdagangan ilegal satwa langka menjadi haram (dilarang).

Bagi banyak orang di Barat, kata "fatwa" terkesan tak menyenangkan ketika pada 1989, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khomeini mengeluarkan ancaman mati terhadap Salman Rushdie karena penghujatan dalam novelnya, The Satanic Verses.

Tapi fatwa itu sendiri hanyalah panggilan untuk bertindak. Menjalankan ayat-ayat Alquran , fatwa soal pelarangan memburu dan memperdagangkan satwa liar diyakini menjadi yang pertama dari jenis ini di dunia.
Fatwa itu mengimbau 200 juta umat Islam Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan melestarikan spesies yang terancam punah, termasuk harimau, badak, gajah, dan orangutan.

"Fatwa ini dikeluarkan untuk memberikan penjelasan, serta bimbingan kepada seluruh umat Islam di Indonesia pada perspektif syariah hukum yang terkait dengan masalah pelestarian hewan," kata Hayu Prabowo, ketua bidang lingkungan dan sumber daya alam MUI.
Fatwa itu pelengkap hukum Indonesia. "Orang-orang bisa lolos peraturan pemerintah, " kata Hayu, "tetapi mereka tidak bisa lepas dari firman Allah."

Fatwa ini terilhami pada September 2013 lewat kunjungan lapangan ke Sumatera bagi para pemimpin Muslim oleh Universitas Nasional (UNAS), WWF-Indonesia, dan Alliance of Religions and Conservation yang berkedudukan di Inggris Raya. Kementerian Kehutanan Indonesia dan organisasi HarimauKita pun menawarkan konsultasi tambahan.

Selama dialog masyarakat dengan perwakilan desa untuk membahas konflik antara penduduk desa dengan gajah sumatera dan harimau, beberapa warga desa menanyakan kedudukan hewan seperti gajah dan harimau dalam Islam.

Para pemimpin Muslim menjawab: "Mereka adalah ciptaan Allah, seperti kita. Adalah haram untuk membunuh mereka, dan menjaga mereka tetap hidup adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan . . "
Hayu menekankan, bahwa fatwa tersebut tidak hanya berlaku untuk individu tetapi juga kepada pemerintah. Penting, bahwa korupsi dapat menjadi masalah ketika satwa liar, hutan, dan kepentingan industri seperti bisnis kelapa sawit menjadi konflik.

Fatwa ini secara khusus menyerukan kepada pemerintah untuk meninjau izin yang dikeluarkan kepada perusahaan yang merusak lingkungan dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Kejahatan Terhadap Hidupan Liar Makin Mengkhawatirkan

Fatwa itu datang pada saat kejahatan terhadap satwa liar antarnegara telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya , dengan beban khusus pada negara - seperti Indonesia - yang masih kaya akan satwa liar dan tanaman langka atau istimewa.

Fatwa ini juga muncul pada waktu pemerintah sedang berjuang untuk menciptakan hukum dan menyiapkan petugas penegak hukum untuk memerangi kejahatan sindikat perdagangan satwa liar yang semakin canggih dan kejam.

MUI berharap fatwa yang menjembatani kesenjangan antara hukum formal dan kejahatan akan memberikan bimbingan yang kuat untuk umat Islam Indonesia, dan membantu mengurangi perdagangan satwa liar.

Tindakan Indonesia merupakan tanggapan terhadap perhatian bagi ekosistem negara daripada setiap praktik Islam yang melibatkan satwa liar. Namun , sepanjang sejarah, agama telah memainkan peran penting sebagai pengendali konsumsi spesies hewan yang beberapa di antaranya sekarang terancam punah.
(Bryan Christy)

sumber: http://nationalgeographic.co.id
more »

Erupsi Vulkanik Bantu Lambatkan Pemanasan Global

Diposting oleh Unknown

Partikel yang dikeluarkan oleh gunung api di awal abad 21 memberikan efek seperti cermin yang membantu mengurangi perubahan iklim.

Meskipun letusan gunung api memuntahkan abu vulkanik berton-ton, tapi itu ternyata bisa berdampak untuk menjebak panas karbondioksida naik ke udara. Erupsi dari letusan gunung api telah membantu perlambat pemanasan global selama dua dekade terakhir ini. Oleh karena itu, penelitian terbaru dilakukan pengaturan model iklim dengan memanfaatkan letusan gunung api.

Gunung api dapat menghasilkan gas sulfur dioksida. Gas tersebut kemudian berubah menjadi partikel kecil asam sulfat di atmosfer. Partikel asam tersebut bertindak seperti cermin-cermin kecil yang dapat memantulkan sinar matahari ke angkasa. Sebagai contoh, setelah letusan gunung api yang sangat besar pada 15 Juni 1991, suhu permukaan bumi berubah lebih rendah dari sebelumnya.

Sebuah hasil studi yang baru diterbitkan di Nature Geoscience juga membuktikan bahwa parikel-partikel yang dikeluarkan oleh gunung api di awal abad 21 memberikan efek seperti cermin yang telah membantu mengurangi perubahan iklim.

Dengan adanya partikel itu di atmosfer, telah membantu mengurangi pemanasan global sekitas 15 persen.

 ( Axel Natanael Nahusuly, Sumber: intisari-online.com)
more »

Bencana di Depan Mata Kita Apakah kita sudah siap menghadapi bencana? Belum.

Diposting oleh Unknown

Bencana adalah keniscayaan dan akan terus meningkat di masa mendatang. Data sementara bencana 1 Januari 2014 hingga 16 Februari 2014 tercatat 282 kejadian. Dampaknya 197 orang tewas, 64 luka-luka, 1,6 juta jiwa mengungsi dan menderita, puluhan ribu rumah rusak dan lainnya.

Dampak ekonomi juga sangat besar. Perkiraan awal kerugian dan kerusakan akibat bencana banjir bandang Sulut Rp 1,87 triliun, erupsi Gunung Sinabung Rp 1 triliun, banjir Pantura (Pantai Utara Jawa) Rp 6 triliun, banjir Jakarta Rp 5 triliun, dan lainnya. Belum lagi bencana lainnya selama 2014 ini.
Tapi apakah kita sudah siap menghadapi bencana? Belum.

Berdasarkan penelitian tentang kesiapsiagaan masyarakat Indonesia menghadapi bencana pada tahun 2006, 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda dalam menghadapi bencana masih rendah

Memang terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman bencana. Tetapi belum menjadi perilaku (attidude) dan praktik atau budaya. Di Pemda pun, sebagian besar penanggulangan bencana juga belum banyak menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah selama 5 tahunan.

Akibatnya bencana tidak menjadi roh dalam pembangunan sektor. Apalagi menyangkut peningkatan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi bencana. Indikator ini juga tercermin dari alokasi dana untuk penanggulangan bencana yang rata-rata kurang dari 0,5% dari APBD
Ini adalah tantangan bersama. Bencana menjadi urusan bersama. Pemerintah dan Pemda menjadi penanggung jawab utama.

Pengurangan risiko bencana harus dijadikan prioritas. Harus dilihat sebagai investasi pembangunan. Bencana tidak bisa kita tolak tapi risikonya kita kurangi.
Di Amerika Serikat, 1 US$ untuk kegiatan pengurangan bencana mampu mengurangi kerugian 7 US$. Di Eropa, 1 US$ mengurangi 10-40 US$. Di Indonesia mungkin lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan negara lain karena kita punya kapital sosial yang besar di masyarakat.

(Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)
more »

Posting Posting

LINK GEOGRAFI